 |
Sesungguhnya mengumpulkan Al Quran (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Kerana itu) jika kami telah membacakannya hendaklah kamu ikuti bacaannya. (Al Qiyaamah: 17-18)
Jikalu Allah menghendaki, nescaya aku tidak akan membacakannya kepadamu dan tidak (pula) Allah memberitahunya kepadamu. Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. Apakah kamu tidak memikirkannya (Yunus: 16)
Sesungguhnya Allah telah memberi kurnia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang Rausl dari golongan mereka sendiri. Ia membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum ( kedangan Nabi) itu, mereka berada dalam kesesatan yang nyata (Ali Imra: 154)
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
 |
Monday, September 05, 2005
KELEBIHAN MALAM NIFSU SYA'BAN
Sesiapa yang berpuasa satu hari dalam bulan sya'ban maka Allah haramkan tubuhnya dari api nereka dan dia akan menjadi teman kepada Nabi Yusof di dalam Surga.
Riwayat Osman Bin Abi Al As Sabda Nabi Muhammad: Pada Malam nifsu sya'ban setelah berlaku 1/3 malamnya Allah turun ke langit dunia lalu berfirman; Adakah orang-orang yang meminta maka Aku perkenankan permintannya, adakah orang yang meninta ampun maka aku ampunkannya, adakah orangt yang
Hari nisfu sya'ban adalah hari di mana buku catatan amalan kita selama setahun diangkat ke langit dan digantikan dengan buku catatan yang baru.
Catatan pertama yang akan dicatatkan dibuku yang baru akan bermuala sebaik saja masu waktu Maghrib, 15 Sya'ban pada 14 Sya'ban sebaik saja masuk maghrib.
Posted at 10:08 pm by nccblog
Permalink
Friday, September 02, 2005
Allah Yang Maha Besar selalu mengingatkan kita di dalam kitab-Nya Al-Quran Al-Karim supaya berzikirillah seperti berikut:
Kelebihan Zikir Kepada Allah
Allah Yang Maha Besar selalu mengingatkan kita di dalam kitab-Nya Al-Quran Al-Karim supaya berzikirillah seperti berikut:
“Dan sebutlah nama Tuhanmu pada waktu pagi dan petang, dan pada sebahagian dari malam, maka sujudlah kepadaNya dan bertasbihlah kepadaNya pada bahagian yang panjang di malam hari.” Surah 76: Al Insan, Ayat 25 & 26
“Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak meninggikan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” Surah 7: Al A’raf, Ayat 205
“Orang-orang yang mengingati Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” Surah 3: Al Imran Ayat 191
“Sesungguhnya Aku lah Allah, tidak ada Tuhan selainKu, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku.” Surah 20 Ta Ha Ayat 14
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah.” Surah 33: Al Ahzab Ayat 21
Dari Bukhari, Muslim, Tirmidhi dan Ibn Majah, diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a: Rasulullah s.a.w bersabda: Allah s.w.t berfirman: Aku adalah berdasarkan kepada sangkaan hambaKu terhadapKu. Aku bersamanya ketika dia mengingatiKu. Apabila dia mengingatiKu dalam dirinya, nescaya aku juga akan mengingatinya dalam diriKu. Apabila dia mengingatiKu di majlis, nescaya Aku juga akan mengingatinya di dalam suatu majlis yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekatiKu dalam jarak sejengkal, nescaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sehasta. Apabila dia mendekatiKu sehasta, nescaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sedepa. Apabila dia datang kepadaKu dalam keadaan berjalan seperti biasa, nescaya Aku akan datang kepadanya seperti berlari-lari anak.
Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Nabi s.a.w bersabda: Sesungguhnya Allah s.w.t Yang Maha Memberkati lagi Maha Tinggi memiliki para Malaikat yang mempunyai kelebihan yang diberikan oleh Allah s.w.t. Para Malaikat selalu mengelilingi bumi. Para Malaikat sentiasa memerhati majlis-majlis zikir. Apabila mereka dapati ada satu majlis yang dipenuhi dengan zikir, mereka turut mengikuti majlis tersebut di mana mereka akan melingkunginya dengan sayap-sayap mereka sehinggalah memenuhi ruangan antara orang yang menghadiri majlis zikir tersebut dan langit. Apabila orang ramai yang hadir dalam majlis tersebut beredar, para malikat naik ke langit.
|
Allah s.w.t bertanya para malaikat meskipun Allah mengetahui pergerakan mereka: |
“Dari mana kamu datang?” |
|
Malaikat menjawab: |
“Kami datang dari tempat hamba-hambaMu di dunia. Mereka bertasbih, bertakbir, bertahlil, bertahmid serta berdoa memohon dari-Mu.” |
|
Allah s.w.t berfirman: |
“Apakah yang mereka pohonkan.?” |
|
Para Malaikat menjawab: |
“Mereka memohon Syurga dari-Mu.” |
|
Allah berfirman: |
“Apakah mereka pernah melihat Syurga-Ku?” |
|
Para Malaikat menjawab: |
“Belum, wahai Tuhan.” |
|
Allah berfirman: |
“Bagaimanakah agarnya akan terjadi seandainya mereka dapat melihat Syurga-Ku?” |
|
Malaikat berkata lagi: |
“Mereka juga memohon daripada-Mu perlindungan.” |
|
Allah berfirman: |
“Mereka pohon perlindungan-Ku dari apa?” |
|
Malaikat menjawab: |
“Dari Neraka-Mu, wahai tuhan.” |
|
Allah berfirman: |
“Apakah mereka pernah melihat Neraka-Ku?” |
|
Malaikat menjawab: |
“Belum.” |
|
Allah berfirman: |
“Bagaimanakah agarnya akan terjadi seandainya mereka dapat melihat Neraka-Ku.” |
|
Malaikat terus berkata: |
“Mereka juga memohon keampunan-Mu.” |
|
Allah berfirman: |
“Aku sudah mengampuni mereka. Aku telah kurniakan kepada mereka apa yang mereka pohon dan Aku telah berikan ganjaran pahala kepada mereka sebagaimana yang mereka pohonkan.” |
|
Malaikat berkata lagi: |
“Wahai tuhan kami, di antara mereka terdapat seorang hamba-Mu. Dia penuh dengan dosa, sebenarnya dia tidak berniat untuk menghadiri majlis tersebut, tetapi setelah dia melaluinya dia terasa ingin menyertainya lalu duduk bersama-sama orang ramai yang berada di majlis itu.” |
|
Allah berfirman: |
“Aku juga telah mengampuninya. Mereka adalah kaum yang tidak dicelakakan dengan majlis yang mereka adakan.” |
Posted at 12:36 am by nccblog
Permalink
Saturday, August 27, 2005
Allah SWT telah berfirman, "Barang siapa yang disibukkan oleh Al-Quran dan berzikir kepada-Ku hingga ia tidak sempat meminta kepadaKu, maka Aku akan memberinya pemberian yang lebih utama dari apa yang pernah Kuberikan kepada orang-orang yang meminta."
Keutamaan Kalamullah di atas kalam lain-Nya sama dengan keutamaan Allah diatas makhluk-Nya."
**** Barang siapa yang sibuk dengan Al- Quran dan zikir hingga tidak sempat meminta kepada-Nya apa yang dia inginkan, maka Allah memberinya anugerah yang didambakannya dan bahkan diberi tambahan yang lebih dari itu, mengingat kesibukannya dalam melakukan ketaatan kepada Allah.
Kalam Allah adalah raja semua kalam, maka pahala membacanya lebih besar daripada segala sesuatu. Ali k.w menceritakan hadits berikut,bahwa Nabi SAW pernah bersabda: "Barang siapa yang membaca Al-Quran dan menghafalnya di luar kepala, lalu ia menghafalkan apa yang dihalalkannya dan mengharamkan apa yang diharamkannya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga berkat Al-Quran, dan Allah mengizinkannya memberi syafaat kepada sepuluh orang di antara keluarganya yang semuanya harus masuk neraka.
Abu Umamah r.a menceritakan hadits berikut, bahwa Nabi SAW pernah bersabda: "Allah belum pernah memberikan suatu amal kepada seorang hamba dengan pahala yang lebih baik selain dari salat dua rakaat yang dijalankannya. Sesungguhnya kebajikan ditaburkan di atas kepala seorang hamba selagi dia dalam solatnya.Tiada amalan yang dilakukan oleh hamba-hambaNya yang lebih baik selain dari (membaca) apa yang keluar dariNya, yakni Al-Quran."
****: Selagi hamba berada dalam solatnya, maka kebajikan diturunkan kepadanya. Dalam riwayat lain disebutkan, "Sesungguhnya kalian tidak kembali kepada Allah dengan membawa amal yang lebih baik selain dari apa yang keluar dariNya, yakni Al-Quran."
Ibnu Abbas r.a menceritakan hadits berikut: "Seorang lelaki bertanya, "Wahai Rasulullah, amal apakah yang lebih disukai oleh Allah ?" Nabi SAW menjawab, "Orang yang telah selesai lalu
memulainya lagi. "Lelaki itu bertanya, "Apakah yang dimaksud dengan orang yang telah selesai lalu memulainya lagi?" Nabi SAW menjawab, "Yaitu orang yang membaca Al-Quran dari awal hingga akhirnya, manakala telah selesai, ia memulai bacaannya lagi dari
pertama."
**** Manakala ia telah mengkhatamkan bacaan Al-Qurannya, maka ia memulainya dari pertama. Membaca Al-Quran merupakan ibadah yang paling utama yang diamalkan oleh seorang hamba untuk mendekatkan dirinya kepada Allah SWT. Sesudah amal-amal fardhu yang telah diwajibkan oleh Allah kepadanya.
Al-Harits Al-A'war menceritakan hadits berikut: "Ketika aku lewat di masjid, terdapat orang-orang yang sedang bercakap menngenai hadis-hadis, lalu aku masuk menemui Khalifah Ali k.w dan kukatakan kepadanya, "Wahai Amirul Mu'minin, tidakkah engkau melihat bahwa orang-orang sedang mendalami hadis-hadis?" Ali k.w menjawab, "Mereka memang biasa melakukan hal itu."
Aku berkata,"Memang benar." Khalifah Ali k.w mengatakan, "Adapun aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Ingatlah, sesungguhnya kelak akan terjadi fitnah." Aku bertanya, "Bagaimanakah jalan keluarnya wahai Rasulullah ?"
Rasul menjawab,"Kitabullah, di dalamnya terkandung cerita apa yang telah terjadi sebelum kalian dan berita apa yang akan terjadi sesudah kalian, serta hukum untuk memutuskan apa yang terjadi diantara kalian. Al-Quran adalah hukum pemisah yang bukan gurauan.
Barang siapa yang meninggalkannya kerana keangkuhannya, nescaya Allah akan membinasakannya. Dan barang siapa yang mencari petunjuk pada selain-Nya, maka Allah akan menyesatkannya, Al-Quran adalah tali Allah yang kuat, Al-Quran adalah bacaan yang penuh dengan hikmah, Al-Quran adalah jalan yang lurus, Al-Quranlah yang membuat hawa nafsu tidak menyimpang".
Al-Quran tidak bercampur dengan tulisan-tulisan yang lain dan para ulama tidak pernah kenyang darinya serta tidak membosankan sekalipun dibaca berulang-ulang, dan keajaiban-keajaibannya tidak pernah habis.
Al-Quranlah yang membuat jin merasa kagum, dan ketika pertama kali mendengarnya jin mengatakan, "Sesungguhnya kami telah mendengar bacaan yang menakjubkan (Al-Quran) yang memberi petunjuk ke jalan yang benar. Barang siapa yang mengatakannya, diberi pahala. Barang siapa yang memutuskan (perkara) dengannya ia berbuat adil dan barang siapa yang menyeru kepadanya ia mendapat petunjuk ke jalan yang lurus. Ambillah pesan ini olehmu, hai A' war." ( Hadits ini dan hadits keenam sebelumnya diriwayatkan Tirmidzi ).
Berikut ini adalah hadits-hadits yang memperingatkan kita agar jangan melupakan Al-Quran: Abdullah Ibnu Mas'ud r.a menceritakan hadits berikut bahwa Nabi SAW pernah bersabda: "Seburuk-buruknya seseorang di antara mereka ialah yang mengatakan,"Aku lupa ayat ini dan itu," tetapi sebenarnya dia melupakannya. Hafalkanlah Al-Quran karena sesungguhnya Al-Quran itu lebih cepat perginya dari dada kaum lelaki daripada unta (yang terikat)." (HR. Syaikhan dan Tirmidzi).
**** Tidak layak bagi seseorang yang lupa sesuatu dari Al-Quran mengatakan, "Aku lupa ayat ini dan surat itu." Karena sesungguhnya lupa itu bermakna meninggalkannya dan hal ini tidak harus terhadap Al-Quran. Dalam hal ini, hendaknya orang itu berkata " Aku terlupakan ayat ini dan surat itu."
Posted at 02:19 pm by nccblog
Permalink
Wednesday, August 24, 2005
"Kitab (Al Quran ini) diturunkan oleh Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya." (QS.Az-Zumar:1-2)
Al-Quran diturunkan kepada Rasulullah SAW berisi kebenaran yang harus diikuti dengan tidak mencampurkan ketaatan dengan keingkaran. Namun ada sebagian manusia yang menganggap bahwa Al-Quran hanyalah syair-syair yang di buat oleh Muhammad. Seperti apa yang disebutkan oleh Allah SWT sebagai bantahan terhadap orang-orang yang menganggap Al-Quran hanyalah sebuah syair:
"Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan," [QS.Yaasin:69]
Ada pula sebagian manusia yang menganggap bahwa Al-Quran itu hanyalah cerita orang-orang dahulu:
"Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala."[QS. AL-Qalam (68):15)
"Yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu".[QS. Al-Muthaffifiin (83):13)
Dan anggapan-anggapan lain yang muncul terhadap Al-Quran, tapi itu semua tidaklah mengurangi kemuliaan Al-Quran. Di masa ini telah terlihat sebagian manusia yang menganggap bahwa Al-Quran hanyalah cerita atau bahan bacaan.
Kita juga ada temui manusia yang mengatakan apa yang terdapat di dalam Al-Quran tidaklah perlu dilaksanakan kerana ketinggalan zaman. Ada pula yang mengatakan bahwa ajaran yang terdapat Al-Quran itu sama dengan ajaran yang terdapat di Injil sekarang. Padahal Allah SWT telah mengatakan:
"Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang mempunyai bukti yang nyata (Al Quran) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman." (QS. Hud (11):17)
Berdasarkan ayat-ayat di atas, anggapan bahwa Al-Quran bukanlah sebuah kebenaran telah ada sejak Al-Quran di turunkan oleh Allah SWT sehingga penolakan-penolakan terhadap Al-Quran sudah terjadi di zaman jahiliyah. Mereka tidak mampu membantah Al-Quran maka mereka akan menghina dan mengzalimi pembawa risalah dengan mengatakan mereka gila ataupun melemparkan kata-kata kotor dan hal-hal yang buruk.
"Mereka berkata: "Hai orang yang diturunkan Al Quran kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila".[QS. Al-Hijr:6)
Allah SWT membantah tuduhan mereka, seperti dalam firmanNya:
"Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.[QS. Al-A'raaf:84]
Allah SWT yang hanya mampu memberi petunjuk kepada manusia. Tapi manusia haruslah ingat, bahwa Allah SWT tidak memerlukan keimanan manusia, tapi manusia lah memerlukan keimananan dan ketaatan pada Allah SWT. Seperti dalam firmanNya:
"Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) mu dan Dia tidak meridai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu." (QS.Az-Zumar (39): 7)
Posted at 05:52 pm by nccblog
Permalink
Sunday, August 21, 2005
ZIKIR KEPADA ALLAH YANG MAHA BESAR
Allah Yang Maha Besar selalu mengingatkan kita di dalam kitab-Nya Al-Quran Al-Karim supaya berzikirillah seperti berikut:
“Dan sebutlah nama Tuhanmu pada waktu pagi dan petang, dan pada sebahagian dari malam, maka sujudlah kepadaNya dan bertasbihlah kepadaNya pada bahagian yang panjang di malam hari.” Surah 76: Al Insan, Ayat 25 & 26
“Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak meninggikan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” Surah 7: Al A’raf, Ayat 205
“Orang-orang yang mengingati Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” Surah 3: Al Imran Ayat 191
“Sesungguhnya Aku lah Allah, tidak ada Tuhan selainKu, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku.” Surah 20 Ta Ha Ayat 14
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah.” Surah 33: Al Ahzab Ayat 21
Dari Bukhari, Muslim, Tirmidhi dan Ibn Majah, diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a: Rasulullah s.a.w bersabda: Allah s.w.t berfirman: Aku adalah berdasarkan kepada sangkaan hambaKu terhadapKu. Aku bersamanya ketika dia mengingatiKu. Apabila dia mengingatiKu dalam dirinya, nescaya aku juga akan mengingatinya dalam diriKu. Apabila dia mengingatiKu di majlis, nescaya Aku juga akan mengingatinya di dalam suatu majlis yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekatiKu dalam jarak sejengkal, nescaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sehasta. Apabila dia mendekatiKu sehasta, nescaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sedepa. Apabila dia datang kepadaKu dalam keadaan berjalan seperti biasa, nescaya Aku akan datang kepadanya seperti berlari-lari anak.
Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Nabi s.a.w bersabda: Sesungguhnya Allah s.w.t Yang Maha Memberkati lagi Maha Tinggi memiliki para Malaikat yang mempunyai kelebihan yang diberikan oleh Allah s.w.t. Para Malaikat selalu mengelilingi bumi. Para Malaikat sentiasa memerhati majlis-majlis zikir. Apabila mereka dapati ada satu majlis yang dipenuhi dengan zikir, mereka turut mengikuti majlis tersebut di mana mereka akan melingkunginya dengan sayap-sayap mereka sehinggalah memenuhi ruangan antara orang yang menghadiri majlis zikir tersebut dan langit. Apabila orang ramai yang hadir dalam majlis tersebut beredar, para malikat naik ke langit.
Posted at 11:49 pm by nccblog
Permalink
Wednesday, August 17, 2005
Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an."
Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya."
Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?"
Maka berkata Al-Qur'an : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."
Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Adakah kamu Al-Qur'an?" Lalu Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.
Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?"
Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an."
Posted at 10:50 pm by nccblog
Permalink
Monday, July 11, 2005
PERLUNYA AL QURAN DITURUNKAN
Sewaktu Al Quran diturunkan kira-kira tigbelas setengah abad yang lalu, didunia sudah terdapat banyak agama dan banyak kitab yang dianggap suci oleh pengikut-pengikutnya. Di sekitar negara Arab terdapat orang-orang yang percaya kepada Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru. Banyak orang-orang Arab memeluk agama Kristian. Di antara orang-orang Arab itu ada juga yang memeluk agama Yahudi. Mereka yang memeluk agama Yahudi adalah penduduk Madinah sendiri seperti Kaab bin Asyraf seorang ketua suku di Madinah dan musuh Islam. Di Mekah antara orang yang memeluk agama Kristian adalah Waraqah bin Naufal pakcik Khadijah, isteri pertama Nabi Muhammad s.a.w. Dia faham bahasa Ibrani dan menterjemahkan Kitab Injil dari bahasa Ibrani ke bahasa Arab.
Orang-orang Persia juga percaya nabi dan kitab suci mereka, sekali pun kitab mereka kitab Zen Avesta telah mengalami perubahan-perubahan di tangan manusia tetapi kitab itu masih di anggap suci oleh beratus ribu pengikutnya yang berpegan teguh terhadah kitab mereka. Di India kitab Weda dipandang suci disamping Kitab Gita dari Shri Krisna dan ajaran Buddha. Agama Kong Hu Tju menguasai negeri Tiongkok tetapi pengaruh Buddha makin meluas di negeri itu.
Dengan adanya kitab-kitab dan ajaran-ajaran yang berlainan dan dianggap suci oleh pengikut-pengikutnya maka Al Quran, kitab yang terbaru diturunkan untuk menyatukan ajaran agama-agama lain. Al Quran adalah kitab terakhir di turunkan oleh Allah kepada Nabi terakhir.
Al Quran di turunkan secara berangsur-angsur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari. Hikmah Al Quran diturunkan secara berangsur-angsur agar lebih mudah di laksanakan. Orang akan enggan melaksanakan suruhan dan larangan sekiranya suruhan dan larangan itu diturunkan sekaligus. Hal ini disebutkan oleh Bukhari dari riwayat Aisyah. Hikmah Al Quran pun diturunkan sesuai dangan peristiwa-peristiwa yang terjadi dan ini akan lebih berpengaruh di hati dan memberi kesan kepada manusia. Al Quran juga diturnkan berangsur-angsur untuk memudahkan penghafalan.
Allah memberi nama KitabNya Al Quran yang bererti "bacaan". Erti ini dapat kita lihat dalam surah Al Qiyamah: 17 -18
Posted at 06:28 pm by nccblog
Permalink
Friday, July 08, 2005
Nama yang diberikan kepada sebuah kitab yang terulung iaitu Al Quran dengan sendirinya memberi erti bacaan atau bahan yang dibaca. Sejaran awal juga membutkikan lafaz pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammmad s.a.w adalah iqra' yang membawa erti bacalah. Dari sudut kemasyarakatan pula dilihat ketika Al Quran diturunkan, masyarakat ketika itu berada dalam keadaan gelap tanpa cahaya ilmu pengetahuan yang membawa mereka terus terbelenggu dalam kejahilan yang berpanjangan.
Jesteru amat sesuai dengan keadaan yang memerlukan cahaya ilmu, diutuskan seorang Rasul dan disertakan dengan sebuah kitab sebagai panduan umat manusia seluruhnya. Al Quran yang diturunkan secara bertahap-tahap dilihat sebagai kitap yang mampu merawat segala masalah yang dihadapi manusia. Dengan cara bertahap itulah Al Quran memperlihatkan kepelbagaian dalam menyampaikan mesej kepada manusia.
Keunikan dalam penurunan Al Quran ialah ia diturunkan secara bertahap, tidak seperti kitab-kitab sebelum ini yang diturunkan dengan serntak isi kandungannya. Ini semua menunjukkan besarnya bambaNya dengan menurunkan Al Quran secara bertahap agar dapat diikuti dan diamalkan dengan sebaiknya.
Umat Islam telah diberitahu dan diingatkan supaya menjadikan Al Quran sebagai panduan hidup, malah Nabi Muhammad s.a.w meninggalkan kepada kita wasiat yang terulung iaitu Al Quran. Hal ini berdasarkan sebuah Hadith yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari bahawa Talhah bin Mashrif berkata, "Saya bertanya Abdullah bin Abi Aura adakan Nabi s.a.w pernah berwasiat?" Maka ia menjawab "Tidak". Saya bertanya lagi, "maka bagaimana caranya Nabi s.a.w meninggalkan wasiat?" Abdullah menjawab, "Nabi berwasiat dengan Al Quran."
Kerana pentingnya Al Quran itu untuk manusia, ia dianggap satu wasiat yang aggung untuk di manafaatkan oleh manusia.
Sesungguhnya mengumpulkan Al Quran(didalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Kerana itu), jika kami telah membacakannya hendalah kamu ikuti bacaannya. Al Qiyamah : 17 - 18
Posted at 11:32 am by nccblog
Permalink
Friday, May 06, 2005
Syafaat dan mujizat al quran
Al –Quran merupakan kitab terakhir yang diturunkan oleh Allah SWT. Ia merupakan sebuah kitab yang lengkap dan mengatasi kitab-kitab yang telah diturunkan terdahulu. Al-Quran akan menjadi petunjuk, panduan dan syafaat kepada umat manusia, sebagaimana sabda Rasulullah S.A.W. yang diceritakan oleh Abu Umamah R.A.:
"Bacalah olehmu semua akan Al-Quran itu, sebab Al-Quran itu akan datang pada hari Kiamat sebagai sesuatu yang dapat memberikan syafaat – yakni pertolongan kepada orang-orang yang mempunyainya" (RIWAYAT MUSLIM)
Antara kelebihan membaca Al-Quran lain yang telah diriwayatkan daripada Hadis Rasulullah S.A.W. ialah: Mu’adz Bin Anas berkata, Nabi S.A.W. bersabda, maksudnya: "Siapa yang membaca Al-Quran dan mengamalkan isinya (ajarannya) maka Allah akan memberi kepada kedua ibu bapanya mahkota pada hari kiamat yang bercahaya lebih terang daripada cahaya matahari ke dalam rumah di dunia ini, maka bagaimanakah dugaanmu terhadap orang yang berbuat itu sendiri?" (RIWAYAT AHMAD)
‘Amir Bin Syua’iab R.A. telah berkata bahawa Rasulullah S.A.W bersabda yang bermaksud: "Jika seorang telah mengkhatamkan Al-Quran, maka dibacakan doa oleh enam puluh ribu Malaikat ketika khatam itu." (RIWAYAT ADDAILAMI)
Mas’ud R.A. menceritakan bahawa Nabi S.A.W telah bersabda, maksudnya: "Siapa yang membaca satu huruf daripada kitab Allah (Al-Quran) maka ia akan mendapat pahala untuk tiap huruf, hasanat dan tiap hasanat itu berlipat ganda sepuluh kali, saya tidak berkata : Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (RIWAYAT AL-HAKIM)
Surah-surah dan ayat-ayat di dalam Al-Quran mempunyai kelebihan atau fadilat yang tersendiri, bukan sahaja panjang pendeknya malahan rahsia-rahsianya yang tidak diketahui oleh manusia, kecuali sekadar diterangkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Posted at 02:54 pm by nccblog
Permalink
Friday, March 11, 2005
As Salam buat semua,
Tolong beri pendapat anda tentang dengan amalan
seharian begini boleh tak masuk syurga Allah.
5.00pagi-bangun tidur terus pergi mandi
6.00am-solat subuh,wirid dan doa
6.30am-sarapan dan bersiap untuk pergi kerja
6.45am-keluar rumah pergi ke MRT station
7.00am-naik MRT pergi kerja dalam perjalanan tidur,dengar
musik atau tengok tengok orang sahaja
7.45am-sampai kerja lalu terus menguruskan apa hendak
di buat satu hari ini di tempat kerja.
9.45am-pergi minum kopi bersama rakan rakan kerja yang
sama bangsa dan juga lain bangsa dan berbual
bual tentang family dan kegiatan masing masing
di luar kerja.
10.30am-berbalik berkerja
11.45am-pergi makan tengah hari bersama rakan rakan dan
bersambung cerita tadi semasa minum kopi atau
berehat dan tidur
1.15pm-bersambung kerja (tak dapat solat Zuhur)
2.45pm-pergi minum kopi sebelah petang dan duduk berbual
bual bersama sama rakan kerja
3.15pm-balik berkerja
5.30pm-habis kerja dan bersiap siap untuk pulang
6.00pm-naik MRT pulang ke rumah,sama macam pergi kerja
7.15pm-sampai rumah dah penat terus mandi
7.30pm-solat Maghrib,wirid,mengaji dan doa
8.00pm-makan malam dan menonton t.v.
8.30pm-solat Isyak,wirid dan doa
9.00pm-sambung menonton t.v.
11.00pm-pergi tidur besok nak kerja
Tolong lah beri lah pendapat anda pada saya, saya pun nak masuk syurga Allah ,kesian kan lah saya.
Posted at 05:06 pm by nccblog
Permalink
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|